Kalian tau lem Alteco?
Lem yang biasa kalian temukan di kulkas ketika kalian kecil...
Yang wadahnya berbentuk
tube putih dengan tutup oranye.
Biasanya kalau kalian mau pegang itu, kakak atau ibu mungkin akan bilang...
"Jangan, nanti tanganmu nempel gak bisa lepas~"
Post ini tentang sebuah vas bunga kecil dengan sebuah lem Alteco.
Tentu bukan Alteco biasa!
Ini Alteco jumbo, yang entah kapan bisa habis stoknya.
Jangan dibayangkan mau dimasukkan kulkas,
Bisa2 kulkas dua pintu pun jebol dibuatnya! hehehe.
Aku selalu membayangkan aku ini kayak vas bunga keramik,
yang sudah berkali2 dijatuhkan tapi masih saja bertahan karena lem Alteco.
Lem itu tak pernah habis, selalu merekatkan kepingan-kepingan vas itu dengan sempurna;
Tentu tidak se sempurna baru, namun setidaknya vas itu bisa berdiri tegak lagi.
Setiap kali, selalu saja begitu!
Akupun heran, stok lem ini seperti tak ada habisnya,
Walau sudah sakit ibu jariku menekan wadahnya~
Kadang diperlukan bantuan orang lain untuk menekannya ketika lem itu sudah agak mengering.
Namun pada akhirnya, vas itu tetaplah kembali tegak.
Bagaimana tidak?
Vasku ini begitu menyayangi pemiliknya!
Vas kecil ini tak ingin pemiliknya bersedih saat mengetahui vasnya - yang sebenarnya sudah remuk - benar2 rusak dan ia harus melihat bunganya mati karena tak ada lagi tempat untuk bunganya tumbuh!
Vas ini tidak pernah mengeluh, teman!
Meskipun kadang si vas terjatuh dan cuil karena tersenggol sang pemilik,
Atau bahkan ketika si pemilik sedang tak enak hati dan secara brutal melempar vas itu hingga hancur berkeping2.
Vas ini tetap setia, mengumpulkan kepingan demi kepingan dari tubuhnya, dan kemudian dengan sabar mengelem tubuhnya dengan sobat setianya, si lem Alteco.
Vas ini percaya bahwa suatu saat,
Bunga di dalamnya akan tumbuh cantik,
dan akan membuat pemiliknya semakin bahagia ketika melihat dirinya.
Cerita ini cerita yang aku karang sendiri,
Saat gak ada orang yang kurasa perlu mendengar keluh kesahku...
Aku, adalah vas bunga itu.
Pemilik vas bunga itu kuandaikan seperti orang2 yang kucintai dalam hidupku.
Bunga di dalam vas ini adalah apa yang bisa kuberikan pada mereka...
Dan lem Alteco itu, tentu adalah kekuatanku sendiri, rasa cintaku terhadap mereka,
dan tentu saja... Buddha. :)
Siapapun disana, tahukah kalian?
Kadang aku merasa lelah untuk menceritakan hidupku pada orang lain.
Aku gak tahu kapan ini mulai berlangsung sama diriku.
Aku merasa, aku ingin meringankan beban mereka,
Dan dengan sok pahlawan nya, aku ini milih diam saat masalah berbalik menyerangku.
Seperti saat ini.
di depanku ada room mate ku yang manis, sedang tersenyum2 di depan laptop nya.
Wajahnya cerah, padahal sedari kemarin kulihat dia stress lantaran tugasnya yang menumpuk.
Aku tau, ia pasti akan mendengarkanku cerita, berapapun panjangnya dan berapapun kencangnya aku menangis.
Namun aku gak ingin!
Aku gak ingin melihat dia sedih dan lesu, karena aku yang begini.
lalu sahabat2ku yang juga gak kalah manis... :)
Aku tau mereka pun bertanya2 apa yang terjadi padaku?
Tapi apa gunanya aku cerita?
Aku hanya akan menambah beban mereka,
Aku hanya akan menambah panjang doa2 malam mereka!
Aku gak ingin, teman!
Yang aku inginkan hanyalah melihat mereka senang,
Melihat mereka tersenyum dan bahagia, itu aja!
Tapi terkadang semua seperti aku yang salah...
Ambil contoh x.
Aku selalu ingin membahagiakannya, apapun yang kulakukan aku hanya ingin bikin dia seneng, bangga sama aku...
(aku tau dia nggak salah karena diapun nggak mengerti. Sudahlah.)
Dia nggak tau seberapa besar effort ku membuatnya bahagia...
Seberapa aku ingin sebisa mungkin menanggung semua bebanku sendiri...
Kadang hatiku serasa remuk ketika ia marah, ketika ia mencaciku seperti aku ini tak pantas untuk ada disini.
Aku tau, mungkin dia meng expect ku lebih...
Tapi sebagai manusia...
Apa nggak wajar kalo aku ini kadang ingin bahagia sendiri juga?
Dengan caraku sendiri?
Cukup dengan dia mempercayaiku,
Itu sudah membuatku senang...
Sudahlah, aku tahu...
Apa yang harus kulakukan sekarang adalah:
pergi ke kulkas, ambil lem alteco ku,
Dan dengan semangat mengelem serpihan-serpihan keramik tuaku,
Dan merangkai kembali semuanya!
Sebelum bunga didalamku mati karena tanahnya telah hancur berantakan.
~End.