Lagu itu tuh lagu cooling down pas aku dance Zumba.
O iya, instruktur Zumba ku lucu lho. :)
Orangnya kayak anak kecil, ramah gitu...
Klo pas ngedance style cewek, dia gemulai.
(Ups, dulu aku kirain dia bencong,, wkwkw)
Tapi ternyata, klo pas nge dance style cowok, dia keren.
Fleksibel kan?
Andai aku bisa se fleksibel dia.
Bukan dalam hal ngedance maksudku...
Dalam hal lain.
*sigh*
Anyway, pembukaan yang cukup irrelevant.
Sudah2, aku mau mulai pembicaraanku yang sebenernya, blog.
Satu persatu kejengkelanku mulai terkelupas.
Kayak bawang merah, sudah dikupas tuntas tetep aja ada kulitnya.
Sudah kukupas tuntas kenapa aku kesal, tapi alasan itu selalu ada.
Dan itulah mengapa judulku ini "no one".
Gak seorangpun ngerti perasaanku.
Gak seorangpun ngerti seberapa munafiknya hal itu buatku.
Mungkin ada beberapa orang, tapi bahkan aku sudah malas menceritakannya.
Blog, kau tahu apa?
Aku pengen, sungguh pengen bisa jadi orang yang sabar.
Extra sabar malah.
Untuk menghadapi orang2 yang tidak sependapat
DALAM HAL APAPUN denganku.
Tapi tahukah kamu, bahwa kesal rasanya
Ketika aku sedang berusaha membangun kesabaran itu,
Dan ia datang dengan semena-mena menghancurkan bentengku.
Benteng yang-- secara rahasia-- kubangun untuknya.
Untuk kebahagiaan nya.
Oke, mungkin aku naif, aku sadar.
Aku pun nggak tau gimana rasanya jadi dia.
Dan nggak adil untuk dia kalau aku tiba2 jadi jutek,
Dengan dia sama sekali tidak tahu alasannya.
Sebenarnya aku nggak tahu, apa dia tau alasanku?
Tapi kuharap dia tahu.
Hatiku berasa hancur saat aku,
yang beberapa hari ini sedang membangun rasa empatiku,
Menekan habis2an egoku untuk dia,
Demi menjadi teman yang baik dan tidak menyakiti hatinya,
Dengan sukses dan dalam rangka entah apa...
Dia hancurkan begitu saja usahaku ini.
Ya, mungkin ini bukan salahnya.
Tapi apa ini salahku????
Jadi ini salah siapa?
Apa dia nggak punya kaca yang cukup besar untuknya melihat apa yang salah didalam dirinya?
Ataukah aku yang gila?!
*okay, nafas. nafas. chill. relax. Child position. wkwk*
Lanjut.
Aku ingin catat usahaku beberapa hari ini untuk meredakan ketidak sabaranku terhadap ini:
-Aku berusaha untuk tidak cerita pada siapapun bahkan ketika aku kesal.
-Aku berusaha berbaik hati dan menganggap semuanya wajar.
-Aku berusaha selalu tersenyum.
-Aku berusaha untuk MENGERTI semua alasan yang diberikan padaku, bahkan ketika alasan2 itu nonsense (=tidak masuk akal).
-Aku berusaha untuk menjadi teman yang baik untuknya, seperti aku berusaha menjadi teman yang baik untuk teman2ku yang lain.
Blog,
Aku cuma ingin menumpahkan perasaanku aja kok.
Gak perlu ada yang mendengar pun gak papa.
Terserah kalaupun mereka menganggapku munafik, atau apa.
Aku hanya berusaha menjadi teman yang baik, itu saja.
Namun kadang aku jadi ngerti,
Kalau di dunia ini ada beberapa hal yang benar2 butuh perjuangan untuk diselesaikan.
Okay.
That's all! :)
Wednesday, 28 April 2010
Thursday, 22 April 2010
My classroom condition right now! ;)
Sunway University College.
Friday, 23th April 2010, 12:09 PM
*hoahm* [yawning SFX,,wkwk]
The woman with a green dress is standing there,
She was talking about (another) work we have to complete soon.
And now she opens a slide titled
Wants and Needs...
User wants vs User needs
Hmmh, let's wander around the room and see! ;)
Me, Gladys, is sitting at the second row from the back, left side,
And all I can hear currently are my own *ctak ctik* keyboard, aircon *whoos whoos*, woman voice, and Bram's leg *piak* sometimes knocked into his desk.
Now let's see what are others doing!
Begin from the front left to the back right.
Soon Seng - leaning relaxed at his chair. staring blankly to the front. XD
Ellysia - Clicking her mouse, trying to kill her boredom so badly.
Adrian - Haha. Fully concentrate to the slides. He sure doesn't want to be caught sleeping anymore. :P
Bryan - Half concentrating to the slides while yawning and opening anime images sometimes.
Melita - putting her chin into her palm and sleepily opens a-blue-and-white website (wonders what is that website ah? ;))
Khyle - stare at the slides and sometimes look at the window, "I want to go out!" wkwk~
Me - *ctak ctak ctak* "Gladys is the worst~" Posting a blog while sometimes laughing at myself.
Bram - putting his chin into his palm and SERIOUSLY stare at his screen - let's see what is he reading at - oh~Comic. -_-
Others behind I can't see leh~
Hahahaha.....
Okay, end of crapping.
Sorry to disappoint, reader.. >.<
But I'm really bored. -,-
byebyebye~
Friday, 23th April 2010, 12:09 PM
*hoahm* [yawning SFX,,wkwk]
The woman with a green dress is standing there,
She was talking about (another) work we have to complete soon.
And now she opens a slide titled
Wants and Needs...
User wants vs User needs
Hmmh, let's wander around the room and see! ;)
Me, Gladys, is sitting at the second row from the back, left side,
And all I can hear currently are my own *ctak ctik* keyboard, aircon *whoos whoos*, woman voice, and Bram's leg *piak* sometimes knocked into his desk.
Now let's see what are others doing!
Begin from the front left to the back right.
Soon Seng - leaning relaxed at his chair. staring blankly to the front. XD
Ellysia - Clicking her mouse, trying to kill her boredom so badly.
Adrian - Haha. Fully concentrate to the slides. He sure doesn't want to be caught sleeping anymore. :P
Bryan - Half concentrating to the slides while yawning and opening anime images sometimes.
Melita - putting her chin into her palm and sleepily opens a-blue-and-white website (wonders what is that website ah? ;))
Khyle - stare at the slides and sometimes look at the window, "I want to go out!" wkwk~
Me - *ctak ctak ctak* "Gladys is the worst~" Posting a blog while sometimes laughing at myself.
Bram - putting his chin into his palm and SERIOUSLY stare at his screen - let's see what is he reading at - oh~Comic. -_-
Others behind I can't see leh~
Hahahaha.....
Okay, end of crapping.
Sorry to disappoint, reader.. >.<
But I'm really bored. -,-
byebyebye~
Monday, 19 April 2010
Super Short Poem!
Tekanlah tube Alteco itu sekuat yang kalian bisa, meskipun ibu jari kalian akan terasa sakit saat menekannya...
Kalian tau lem Alteco?
Lem yang biasa kalian temukan di kulkas ketika kalian kecil...
Yang wadahnya berbentuk tube putih dengan tutup oranye.
Biasanya kalau kalian mau pegang itu, kakak atau ibu mungkin akan bilang...
"Jangan, nanti tanganmu nempel gak bisa lepas~"
Post ini tentang sebuah vas bunga kecil dengan sebuah lem Alteco.
Tentu bukan Alteco biasa!
Ini Alteco jumbo, yang entah kapan bisa habis stoknya.
Jangan dibayangkan mau dimasukkan kulkas,
Bisa2 kulkas dua pintu pun jebol dibuatnya! hehehe.
Aku selalu membayangkan aku ini kayak vas bunga keramik,
yang sudah berkali2 dijatuhkan tapi masih saja bertahan karena lem Alteco.
Lem itu tak pernah habis, selalu merekatkan kepingan-kepingan vas itu dengan sempurna;
Tentu tidak se sempurna baru, namun setidaknya vas itu bisa berdiri tegak lagi.
Setiap kali, selalu saja begitu!
Akupun heran, stok lem ini seperti tak ada habisnya,
Walau sudah sakit ibu jariku menekan wadahnya~
Kadang diperlukan bantuan orang lain untuk menekannya ketika lem itu sudah agak mengering.
Namun pada akhirnya, vas itu tetaplah kembali tegak.
Bagaimana tidak?
Vasku ini begitu menyayangi pemiliknya!
Vas kecil ini tak ingin pemiliknya bersedih saat mengetahui vasnya - yang sebenarnya sudah remuk - benar2 rusak dan ia harus melihat bunganya mati karena tak ada lagi tempat untuk bunganya tumbuh!
Vas ini tidak pernah mengeluh, teman!
Meskipun kadang si vas terjatuh dan cuil karena tersenggol sang pemilik,
Atau bahkan ketika si pemilik sedang tak enak hati dan secara brutal melempar vas itu hingga hancur berkeping2.
Vas ini tetap setia, mengumpulkan kepingan demi kepingan dari tubuhnya, dan kemudian dengan sabar mengelem tubuhnya dengan sobat setianya, si lem Alteco.
Vas ini percaya bahwa suatu saat,
Bunga di dalamnya akan tumbuh cantik,
dan akan membuat pemiliknya semakin bahagia ketika melihat dirinya.
Cerita ini cerita yang aku karang sendiri,
Saat gak ada orang yang kurasa perlu mendengar keluh kesahku...
Aku, adalah vas bunga itu.
Pemilik vas bunga itu kuandaikan seperti orang2 yang kucintai dalam hidupku.
Bunga di dalam vas ini adalah apa yang bisa kuberikan pada mereka...
Dan lem Alteco itu, tentu adalah kekuatanku sendiri, rasa cintaku terhadap mereka,
dan tentu saja... Buddha. :)
Siapapun disana, tahukah kalian?
Kadang aku merasa lelah untuk menceritakan hidupku pada orang lain.
Aku gak tahu kapan ini mulai berlangsung sama diriku.
Aku merasa, aku ingin meringankan beban mereka,
Dan dengan sok pahlawan nya, aku ini milih diam saat masalah berbalik menyerangku.
Seperti saat ini.
di depanku ada room mate ku yang manis, sedang tersenyum2 di depan laptop nya.
Wajahnya cerah, padahal sedari kemarin kulihat dia stress lantaran tugasnya yang menumpuk.
Aku tau, ia pasti akan mendengarkanku cerita, berapapun panjangnya dan berapapun kencangnya aku menangis.
Namun aku gak ingin!
Aku gak ingin melihat dia sedih dan lesu, karena aku yang begini.
lalu sahabat2ku yang juga gak kalah manis... :)
Aku tau mereka pun bertanya2 apa yang terjadi padaku?
Tapi apa gunanya aku cerita?
Aku hanya akan menambah beban mereka,
Aku hanya akan menambah panjang doa2 malam mereka!
Aku gak ingin, teman!
Yang aku inginkan hanyalah melihat mereka senang,
Melihat mereka tersenyum dan bahagia, itu aja!
Tapi terkadang semua seperti aku yang salah...
Ambil contoh x.
Aku selalu ingin membahagiakannya, apapun yang kulakukan aku hanya ingin bikin dia seneng, bangga sama aku...
(aku tau dia nggak salah karena diapun nggak mengerti. Sudahlah.)
Dia nggak tau seberapa besar effort ku membuatnya bahagia...
Seberapa aku ingin sebisa mungkin menanggung semua bebanku sendiri...
Kadang hatiku serasa remuk ketika ia marah, ketika ia mencaciku seperti aku ini tak pantas untuk ada disini.
Aku tau, mungkin dia meng expect ku lebih...
Tapi sebagai manusia...
Apa nggak wajar kalo aku ini kadang ingin bahagia sendiri juga?
Dengan caraku sendiri?
Cukup dengan dia mempercayaiku,
Itu sudah membuatku senang...
Sudahlah, aku tahu...
Apa yang harus kulakukan sekarang adalah:
pergi ke kulkas, ambil lem alteco ku,
Dan dengan semangat mengelem serpihan-serpihan keramik tuaku,
Dan merangkai kembali semuanya!
Sebelum bunga didalamku mati karena tanahnya telah hancur berantakan.
~End.
Lem yang biasa kalian temukan di kulkas ketika kalian kecil...
Yang wadahnya berbentuk tube putih dengan tutup oranye.
Biasanya kalau kalian mau pegang itu, kakak atau ibu mungkin akan bilang...
"Jangan, nanti tanganmu nempel gak bisa lepas~"
Post ini tentang sebuah vas bunga kecil dengan sebuah lem Alteco.
Tentu bukan Alteco biasa!
Ini Alteco jumbo, yang entah kapan bisa habis stoknya.
Jangan dibayangkan mau dimasukkan kulkas,
Bisa2 kulkas dua pintu pun jebol dibuatnya! hehehe.
Aku selalu membayangkan aku ini kayak vas bunga keramik,
yang sudah berkali2 dijatuhkan tapi masih saja bertahan karena lem Alteco.
Lem itu tak pernah habis, selalu merekatkan kepingan-kepingan vas itu dengan sempurna;
Tentu tidak se sempurna baru, namun setidaknya vas itu bisa berdiri tegak lagi.
Setiap kali, selalu saja begitu!
Akupun heran, stok lem ini seperti tak ada habisnya,
Walau sudah sakit ibu jariku menekan wadahnya~
Kadang diperlukan bantuan orang lain untuk menekannya ketika lem itu sudah agak mengering.
Namun pada akhirnya, vas itu tetaplah kembali tegak.
Bagaimana tidak?
Vasku ini begitu menyayangi pemiliknya!
Vas kecil ini tak ingin pemiliknya bersedih saat mengetahui vasnya - yang sebenarnya sudah remuk - benar2 rusak dan ia harus melihat bunganya mati karena tak ada lagi tempat untuk bunganya tumbuh!
Vas ini tidak pernah mengeluh, teman!
Meskipun kadang si vas terjatuh dan cuil karena tersenggol sang pemilik,
Atau bahkan ketika si pemilik sedang tak enak hati dan secara brutal melempar vas itu hingga hancur berkeping2.
Vas ini tetap setia, mengumpulkan kepingan demi kepingan dari tubuhnya, dan kemudian dengan sabar mengelem tubuhnya dengan sobat setianya, si lem Alteco.
Vas ini percaya bahwa suatu saat,
Bunga di dalamnya akan tumbuh cantik,
dan akan membuat pemiliknya semakin bahagia ketika melihat dirinya.
Cerita ini cerita yang aku karang sendiri,
Saat gak ada orang yang kurasa perlu mendengar keluh kesahku...
Aku, adalah vas bunga itu.
Pemilik vas bunga itu kuandaikan seperti orang2 yang kucintai dalam hidupku.
Bunga di dalam vas ini adalah apa yang bisa kuberikan pada mereka...
Dan lem Alteco itu, tentu adalah kekuatanku sendiri, rasa cintaku terhadap mereka,
dan tentu saja... Buddha. :)
Siapapun disana, tahukah kalian?
Kadang aku merasa lelah untuk menceritakan hidupku pada orang lain.
Aku gak tahu kapan ini mulai berlangsung sama diriku.
Aku merasa, aku ingin meringankan beban mereka,
Dan dengan sok pahlawan nya, aku ini milih diam saat masalah berbalik menyerangku.
Seperti saat ini.
di depanku ada room mate ku yang manis, sedang tersenyum2 di depan laptop nya.
Wajahnya cerah, padahal sedari kemarin kulihat dia stress lantaran tugasnya yang menumpuk.
Aku tau, ia pasti akan mendengarkanku cerita, berapapun panjangnya dan berapapun kencangnya aku menangis.
Namun aku gak ingin!
Aku gak ingin melihat dia sedih dan lesu, karena aku yang begini.
lalu sahabat2ku yang juga gak kalah manis... :)
Aku tau mereka pun bertanya2 apa yang terjadi padaku?
Tapi apa gunanya aku cerita?
Aku hanya akan menambah beban mereka,
Aku hanya akan menambah panjang doa2 malam mereka!
Aku gak ingin, teman!
Yang aku inginkan hanyalah melihat mereka senang,
Melihat mereka tersenyum dan bahagia, itu aja!
Tapi terkadang semua seperti aku yang salah...
Ambil contoh x.
Aku selalu ingin membahagiakannya, apapun yang kulakukan aku hanya ingin bikin dia seneng, bangga sama aku...
(aku tau dia nggak salah karena diapun nggak mengerti. Sudahlah.)
Dia nggak tau seberapa besar effort ku membuatnya bahagia...
Seberapa aku ingin sebisa mungkin menanggung semua bebanku sendiri...
Kadang hatiku serasa remuk ketika ia marah, ketika ia mencaciku seperti aku ini tak pantas untuk ada disini.
Aku tau, mungkin dia meng expect ku lebih...
Tapi sebagai manusia...
Apa nggak wajar kalo aku ini kadang ingin bahagia sendiri juga?
Dengan caraku sendiri?
Cukup dengan dia mempercayaiku,
Itu sudah membuatku senang...
Sudahlah, aku tahu...
Apa yang harus kulakukan sekarang adalah:
pergi ke kulkas, ambil lem alteco ku,
Dan dengan semangat mengelem serpihan-serpihan keramik tuaku,
Dan merangkai kembali semuanya!
Sebelum bunga didalamku mati karena tanahnya telah hancur berantakan.
~End.
Thursday, 15 April 2010
Ironic.

Okay, this is how my facebook status looks like, couple of minutes ago.
*I previewed the post and OMG,, even cannot see a single character of the status!!
*So I enlarged it so that it is more legible (errr.. Actually u can click to enlarge the pic XD):
I'm missing those times, really.
Those times I've learnt so many life lessons from a friend.
And now I even don't know where is that friend,
I don't know what is that friend doing now...
To not being hypocrite, I worry about this, from the deepest of my heart.
But...
What for? Can someone tell me what for? :-(
Well anyway,, I hope you are doing well there, friend!
*I previewed the post and OMG,, even cannot see a single character of the status!!
*So I enlarged it so that it is more legible (errr.. Actually u can click to enlarge the pic XD):
Gladys Andita Yuwono
: I'm just too sad to remember those beautiful things and beautiful lessons I've learnt from knowing this person. And somehow, I miss it so much. :'(
I'm missing those times, really.
Those times I've learnt so many life lessons from a friend.
And now I even don't know where is that friend,
I don't know what is that friend doing now...
To not being hypocrite, I worry about this, from the deepest of my heart.
But...
What for? Can someone tell me what for? :-(
Well anyway,, I hope you are doing well there, friend!
Subscribe to:
Posts (Atom)
