Wednesday, 28 April 2010

No one, no one, no one.

Lagu itu tuh lagu cooling down pas aku dance Zumba.
O iya, instruktur Zumba ku lucu lho. :)
Orangnya kayak anak kecil, ramah gitu...
Klo pas ngedance style cewek, dia gemulai.
(Ups, dulu aku kirain dia bencong,, wkwkw)

Tapi ternyata, klo pas nge dance style cowok, dia keren.
Fleksibel kan?
Andai aku bisa se fleksibel dia.
Bukan dalam hal ngedance maksudku...
Dalam hal lain.

*sigh*

Anyway, pembukaan yang cukup irrelevant.
Sudah2, aku mau mulai pembicaraanku yang sebenernya, blog.

Satu persatu kejengkelanku mulai terkelupas.
Kayak bawang merah, sudah dikupas tuntas tetep aja ada kulitnya.
Sudah kukupas tuntas kenapa aku kesal, tapi alasan itu selalu ada.
Dan itulah mengapa judulku ini "no one".
Gak seorangpun ngerti perasaanku.
Gak seorangpun ngerti seberapa munafiknya hal itu buatku.
Mungkin ada beberapa orang, tapi bahkan aku sudah malas menceritakannya.

Blog, kau tahu apa?
Aku pengen, sungguh pengen bisa jadi orang yang sabar.
Extra sabar malah.
Untuk menghadapi orang2 yang tidak sependapat
DALAM HAL APAPUN denganku.
Tapi tahukah kamu, bahwa kesal rasanya
Ketika aku sedang berusaha membangun kesabaran itu,
Dan ia datang dengan semena-mena menghancurkan bentengku.
Benteng yang-- secara rahasia-- kubangun untuknya.
Untuk kebahagiaan nya.

Oke, mungkin aku naif, aku sadar.
Aku pun nggak tau gimana rasanya jadi dia.
Dan nggak adil untuk dia kalau aku tiba2 jadi jutek,
Dengan dia sama sekali tidak tahu alasannya.
Sebenarnya aku nggak tahu, apa dia tau alasanku?
Tapi kuharap dia tahu.

Hatiku berasa hancur saat aku,
yang beberapa hari ini sedang membangun rasa empatiku,
Menekan habis2an egoku untuk dia,
Demi menjadi teman yang baik dan tidak menyakiti hatinya,
Dengan sukses dan dalam rangka entah apa...
Dia hancurkan begitu saja usahaku ini.

Ya, mungkin ini bukan salahnya.
Tapi apa ini salahku????
Jadi ini salah siapa?
Apa dia nggak punya kaca yang cukup besar untuknya melihat apa yang salah didalam dirinya?
Ataukah aku yang gila?!

*okay, nafas. nafas. chill. relax. Child position. wkwk*

Lanjut.
Aku ingin catat usahaku beberapa hari ini untuk meredakan ketidak sabaranku terhadap ini:
-Aku berusaha untuk tidak cerita pada siapapun bahkan ketika aku kesal.
-Aku berusaha berbaik hati dan menganggap semuanya wajar.
-Aku berusaha selalu tersenyum.
-Aku berusaha untuk MENGERTI semua alasan yang diberikan padaku, bahkan ketika alasan2 itu nonsense (=tidak masuk akal).
-Aku berusaha untuk menjadi teman yang baik untuknya, seperti aku berusaha menjadi teman yang baik untuk teman2ku yang lain.

Blog,
Aku cuma ingin menumpahkan perasaanku aja kok.
Gak perlu ada yang mendengar pun gak papa.
Terserah kalaupun mereka menganggapku munafik, atau apa.
Aku hanya berusaha menjadi teman yang baik, itu saja.
Namun kadang aku jadi ngerti,
Kalau di dunia ini ada beberapa hal yang benar2 butuh perjuangan untuk diselesaikan.

Okay.
That's all! :)

No comments: